Vaksin AstraZeneca Aman, Ketua Komnas KIPI: Kalau Ada Isyarat Segera Lapor

TABLOIDBINTANG. COM   –  Perihal Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19 adalah kejadian medis yang diduga terkait vaksinasi. KIPI serius yang diduga terkait vaksin AstraZeneca baru-baru ini telah terkonfirmasi tak berkaitan langsung dengan vaksin.

“Kasus KIPI terakhir yang sudah kami investigasi, setelah menyelami data rekam medis pasien, dan pemeriksaan laboratorium, bisa disimpulkan kasus tersebut disebabkan oleh penyebab lain, tak terkait dengan vaksin AstraZeneca, ” kata Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp. A (K)., M. TropPaed., Ketua Komnas KIPI.

“Proporsi KIPI yang dilaporkan masyarakat Indonesia mengenai AstraZeneca lebih rendah daripada masukan hasil uji klinik periode I-III vaksin tersebut. AstraZeneca aman digunakan, ” tambahnya.

Taat dr. Ellen Sianipar, Sp. A(K), Ketua Komda PP KIPI Provinsi DKI Jakarta, sampai kini KIPI dengan ditemukan khususnya di DKI Jakarta masih bersifat kecil, seperti demam yang lalu bisa hilang dengan sendirinya setelah satu dua hari.

“AstraZeneca sudah dipakai untuk vaksinasi anggota TNI & Polri sejak akhir Maret lalu. Untuk masyarakat ijmal memang baru pada Mei. Sampai sekarang vaksinasi memakai vaksin AstraZeneca masih berlangsung dan saya harap asosiasi masih percaya, ” ujar dr. Ellen lagi.

Fakta yang perlu diperhatikan taat Prof. Hindra, sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur, sesak napas, sakit perut, dan pembengkakan tungkai. “Kalau itu terjadi lebih cara segera melapor supaya bisa diberi petunjuk apakah menetapkan dirujuk ke rumah sakit atau tidak, ” terangnya.

“Sebetulnya kalau masyarakat benar mengatakan ada masalah kesehatan tubuh, akan sangat membantu seluruhnya. Apabila sakit, sebaiknya kita berobat terlebih dahulu pra divaksinasi, ” ujar dr. Jane Soepardi, MPH., Dsc, pakar imunisasi.

Vaksin AstraZeneca saat ini paling banyak digunakan di seluruh negeri. Jumlah kasus global kendati sudah mulai menurun sebab adanya program vaksinasi. “Kasus Covid-19 seperti di Amerika dan Eropa yang dulunya tinggi, kini sudah turun, ” terang dr Jane lagi.

Sumber: Covid19. go. id.