Rame-rame Berbohong Demi Konten Youtube yang Mulai Mengganggu

Rame-rame Berbohong Demi Konten Youtube yang Mulai Mengganggu

TABLOIDBINTANG. COM   –  Channel Youtube beberapa artis yang belakangan kerap membuat konten rekayasa  buat menarik minat penonton dan subscribers menggelisahkan seniman Harry Tjahjono. Pujangga, wartawan dan penulis skenario teater Si Doel Anak Sekolahan itu dibuat gusar oleh konten Youtube beberapa artis, yang isinya berangkat terasa mengganggu.

Lewat akun Facebook-nya Harry Tjahjono melontarkan kegusaran. “Mini Cooper Andre Taulany dibeli 700 juta oleh Raffi Ahmad. Istri Raffi anggap kemahalan. Konflik. Andre bakal nebus. Anaknya Andre sedih sebab cinta mobil itu. Raffi berniaga ke Denny. Dapet untung. Oplet Rano Karno ditawar Andre 4 miliar. Motor Sule dijual melimpah oleh anaknya. Sule marah. & seterusnya.   Yang bikin kami heran, dan terganggu, tema sampah yang seru itu terus-menerus dibuat ulang oleh para artis yang bikin akun YouTube dan di tempo singkat menggilas eksistensi Youtubers yang lebih dulu berjuang memperoleh followers. Dengan pola seperti itu mereka berhasil mendulang uang di jumlah miliaran.   Cari duit banyak itu boleh dan bagus dan harus dan layak didukung. Tapi, benarkah atas nama kreativitas atau entah apa namanya, oleh karena itu cara produksi “mengelola berita” yang seolah-olah benar terjadi dengan bahan semata-mata agar menarik, supaya seruan, agar ditonton puluhan juta karakter sehingga menghasilkan banyak uang, apakah layak diapresiasi? ” tulis Harry Tjahjono.  

Tampaknya kejengkelan Harry Tjahojono mewakili kegelisahan banyak orang. Sesudah akun sosmed termasuk Youtube lega memproduksi informasi layaknya berita, istiliah berita tampaknya mesti didefinisikan kembali. Celakanya, alih-alih mengkritisi, media mainstream malah ikut bersemangat memberitakan konten Youtube para artis itu. Kenapa media memberitakan meski sebagian mungkin tahu semua kehebohan itu rekayasa belaka? Jawabnya, karena ada dengan membaca. Jawaban yang serupa ini selalu menjelaskan kenapa para artis suka membuat konten seperti itu. Viewer/subscribers  & akhirnya endorse serta pendapatan iklan. Tapi tentu saja fakta ini tak bisa dijadikan pembenaran. Aku sungguh sedih ketika satu kala mendengar seorang kakek dengan antusias membicarakan isi konten Youtube para artis itu dan menganggapnya jadi kebenaran.

Tak seperi media cetak/online, pemilik channel Youtube memang tidak terikat kode etik jurnalistik. Tidak ada larangan membuat konten dengan isinya hanya rekayasa sejauh tak ada pihak yang merasa  dirugikan. Tapi Youtube tak sama sekali membebaskan orang mengupload video apapun. Dalam pedoman yang harus dipatuhi, Youtube melarang konten seksual ataupun ketelanjangan,   merugikan atau berbahaya, mengandung kebencian, kekerasan atau kotor, pelecehan dan cyberbullying, spam yang menyesatkan dan scam, berisi intimidasi, peniruan identitas, dan pelanggaran privasi. Youtube juga sangat ketat perkara hak cipta video yang diunggah. Kalau menemukan video yang patuh Anda tak pantas, Anda juga diberi kesempatan melapor dengan menggunakan fitur pelaporan.  

Di Youtube ada beberapa kategori atau genre gambar yang disukai penonton. Channel berisi review game, cover lagu, tutorial dan video lucu banyak dicari. Prank juga salah satu genre yg disukai. Konten jenis tersebut biasanya diharapkan membuat yang nonton tertawa, atau terkejut tapi lalu tertawa. Konten video channel Youtube milik artis yang menggelisahkan Harry Tjahjono sebagian bisa masuk bagian ini. Tapi sebagian lain wajib dimasukkan kategori baru, mungkin secara nama konten boong-boongan atau full rekayasa.

Punya channel Youtube tentu saja baik saja. Apalagi kalau subscriber  dan viewer-nya banyak, sehingga bisa jadi alternatif pemasukan saat job berangkat sepi. Tapi melakukan pembohongan jemaah demi konten jelas tidak sopan alias tidak patut. Membohongi kepala orang saja berdosa, bagaimana berbohong pada berjuta orang? Sungguh tak sepadan dibanding berapapun uang dengan didapat dari Youtube. Kalau betul-betul merasa terganggu dengan konten-konten macam ini, Anda tahu apa dengan harus dilakukan. Youtube sangat berpenat-penat pada kreator yang melanggar aturan, dengan hukuman akun di-nonaktifkan dan  lenyap selamanya.