David NOAH Jelaskan Kronologi Lengkap Sampai Adanya Laporan Dugaan PenipuanÂ

TABLOIDBINTANG.COM – David Kurnia Albert atau David NOAH, keyboardist grup band NOAH baru saja dilaporkan oleh Lina Yunita atas tuduhan penggelapan uang sebesar Rp1,1 Miliar. Tak ingin kabar tersebut bergulir semakin liar, ia pun mengklarifikasi sambil menjelaskan duduk masalah yang sebenarnya. 

Saat konferensi pers secara virtual pada Jumat (13/8), mantan suami Gracia Indri itu membeberkan kronologi sampai dirinya dituduh menggelapkan uang sebesar Rp1,1 Miliar. Hal itu berawal dari keterlibatannya dalam sebuah perusahaan sebagai Direksi Komunikasi yang diminta untuk mencarikan investor untuk project yang akan dikerjakan. 

“Waktu itu sahabat saya minta tolong karena ada pengerjaan di depan, dia minta tolong ke saya karena perusahaanya juga sulit. Ya udah sama-sama kami datang ke Lina (pelapor), dan semua (direksi) datang, bukan saya pribadi. Sama tim dipaparkan semuanya,” ungkap David NOAH. 

Sebelum mengajak Lina Yunita untuk bekerjasama sebagai investor, David mengaku sudah meng-kroscek terlebih dahulu tentang project yang dimaksud. Awalnya semua berjalan baik sampai akhirnya mengalami kendala dan satu per satu rekannya di perusahaan tersebut lepas tanggung jawab dan project yang dijanjikan pun tak berjalan. 

“Waktu itu syok juga saya, meskipun begitu saya lakukan yang terbaik sebisa-bisa balikin apa yang jadi tanggung jawab perusahaan,” lanjutnya. 

Sayangnya, kondisi pandemi Covid-19 mempersulit keadaan. Niatan David untuk mencicil uang yang sudah dikeluarkan Lina pun mendapat penolakan. 

Sampai akhirnya ada laporan ke Polda Metro Jaya atas namanya, David NOAH amat menyayangkan. Pasalnya, dirinya sama sekali tidak melakukan hal yang dituduhkan karena kerjasama yang terjalin dengan Lina Yunia mengatasnamakan perusahaan. Secara pertemanan, ia pun sudah berusaha untuk menunjukkan itikad baik pada Lina untuk mengganti sebagian uang yang sudah dikeluarkan. 

“Sebelum ini naik ke media, kita juga mediasi, saya tawari setengah M (500 Juta) untuk diterima secara moral merasa bertanggung jawab, tapi ya ditolak karena itungannya mungkin lebih besar kali, yang terakhir kami tawarkan mungkin nggak cukup menurut mereka,” pungkasnya.