Dampak Negatif yang Bisa Terjadi jika Orang Tua Sering Bertengkar di Depan Anak

Dampak Negatif yang Bisa Terjadi jika Orang Tua Sering Bertengkar di Depan Anak

Alangkah baiknya Anda tidak melampiaskan segala kekesalan Anda kepada pasangan di depan anak. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Ketika emosi tersulut, pertengkaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun, alangkah baiknya Anda tidak melampiaskan segala kekesalan Anda kepada pasangan di depan anak. Karena, pertengkaran tersebut bisa meninggalkan trauma mendalam bagi anak.

Sebelum bertengkar, ingatlah beberapa dampak negatif yang bisa terjadi pada anak. Jika sering melihat kedua orang tuanya bertengkar, anak akan mulai merasa bahwa rumahnya merupakan tempat yang tidak aman.

Selain itu, jika orang tua selalu bertengkar bahkan untuk masalah sepele, anak tidak akan mempelajari cara bernegosiasi dalam menjalin hubungan di masa depan. Karena menurut pengamatan mereka, pertengkaran merupakan satu-satunya cara dan cara paling benar dalam mengatasi masalah.

Dampak jangka panjangnya adalah anak susah untuk tumbuh dalam lingkungan yang normal dan stabil. Sebabnya, pertengkaran orang tua membuat anak merasa takut dan sedih. Alhasil, anak akan mengalami trauma.

Menyadari dampak negatif dan meluas dari pertengkaran jamaah tua, sebagai orang tua beberapa hal berikut bisa Anda usahakan agar anak terhindar dari dampak negatif tersebut:

– Saling memahami, cobalah melihat masalah dari sudut pandang pasangan Anda. Dengan begitu, diharapkan Anda akan lebih mengerti pasangan dan berbagai pandangan yang mendasarinya. Keuntungan lainnya, anak pun akan belajar tentang negosisasi.

– Diskusikan masalah yang paling sering muncul karena kebanyakan pasangan mengubur permasalahan yang ada karena tidak menemukan solusi yang tepat. Namun, mencoba menyelesaikannya dengan bertengkar tentunya bukan pilihan yang tepat. Pertimbangkan pro dan kontra untuk menemukan solusi yang paling baik.

– Jangan berpartisipasi dalam argumen dengan tidak membalas awd respon negatif (teriakan, perkataan) dri pasangan, terutama ketika anak sedang berada di dekat Anda. Setelahnya, carilah waktu yang tepat buat membahas masalah yang diperdebatkan tersebut, misalnya ketika Anda dan pasangan tengah dalam mood yang benar.

— Utamakan keluarga Anda ketika mencari solusi setiap permasalahan. Kebahagiaan dalam keluargalah yang terpenting. Jika wujud pihak lain yang terlibat di dalam permasalahan keluarga, Anda bisa membahasnya nanti setelah memperoleh solusi terbagus bagi keluarga Anda, seperti dilansir laman Boldsky.

– Minta saran dalam anggota keluarga yang lain. Jangan lupa menggunakan cara yang sopan dan baik ketika membahas permasalahan tersebut.

Rekomendasi