Buah di Saat Pandemi Membuat Ronal Surapradja Percaya Diri Buka Lawlaka

Buah di Saat Pandemi Membuat Ronal Surapradja Percaya Diri Buka Lawlaka

TABLOIDBINTANG. COM   –  Ilustrator dan presenter Ronal Surapradja menelungkupkan gerai pertama produk fashion miliknya, Lawlaka di Metro Plaza Senayan, Jakarta, Jumat 18 Desember 2020. Ronal mengungkap bisnis fashion  dimulai dari hasil perenungan di masa pandemi.

Banyak waktu luang membuat Ronal memaknai hadis yang berbunyi, ‘Sesungguhnya Allah itu Maha Indah serta menyukai keindahan”. Hal itulah yang mendorongnya untuk menjalani bisnis pada bidang fesyen dan nama Lawlaka sendiri di ambil dari perkataan tersebut.

“Selama pandemi saya mengalami pengkajian secara spiritual. Karena banyak di rumah, akhirnya saya mencari respons ke dalam. Di dalam, kita banyak mendapat jawaban dari seluruh pertanyaan, “ujar Ronal Sudapradja di launching bisnisnya, Lawlaka, di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (18/12).

Ronal Surapradja membuka gerai pertama keluaran fashion miliknya. (Istimewa)

Ide itu juga berawal ketika penyiar Jak FM itu iseng membuat celana sarung dari kain batik untuk digunakan salat jumat. Setelah diunggah ke Instagram, ternyata publik antusias dan menawar untuk membeli bahan tersebut.

“Iseng saya bikin celana menyarung, bukan celana, bukan sarung. Kalau sarung saya enggak bisa rapih. Kalau terlalu celana kayanya penginnya sarung kalau ke masjid, ” ujar Ronal Surapradja.

“Jumat berikutnya posting lagi, ada yang nanya dijual enggak? Akhirnya corat coret jadi yang seperti ada di aliran ini. Ada outer, baju, ” beber Ronal Surapradja.

Ronal Surapradja membuka amben pertama produk fashion miliknya. (Istimewa)

Atas kecintaannya terhadap kain nusantara, Ronal mengeksplorasi karyanya dengan dasar batik, lurik, dan tenun yang diambil dari pengusaha kecil daerah.

Ilustrator yang populer lewat Extravaganza tersebut mengaku sangat mencintai bayik Nusantara. Melalui produknya ini, Ronal pula memiliki misi agar kain nusantara bisa digunakan semua kalangan.

“Idenya sebab saya mencintai budaya nusantara. Bakal yang ingin bergaya tapi masih cinta sama kain nusantara, tapi moderen Lawlaka bisa menjadi alternatif. Supaya si batik dan lurik tidak hanya punya orang kampung atau orangtua saja, ” mengakhiri Ronal Surapradja.

(pri)