Belum Juga Punya Anak? Ini yang Harus Dilakukan Suami dan Orang

Belum Juga Punya Anak? Ini yang Harus Dilakukan Suami dan Orang

Sketsa (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Kendati tanpa anak sebuah rumah tangga bisa tetap bahagia, terus berusaha untuk memilikinya tidaklah salah. Tapi, lakukan dengan cara yang benar dan tanpa mengorbankan kebahagiaan famili itu sendiri.

Anggia Chrisanti, konselor serta terapis psikologi dari Biro Dialog Westaria mengungkap beberapa langkah yang dapat Anda dan pasangan lakukan. Ya, Anda dan pasangan. “Lakukan berdua, jangan sendiri. Karena memiliki anak bukan tanggung jawab salah satu pihak, suami atau hidup, ” tegas Anggia.

– Saat tersebut begitu mudah dan luas untuk mendapatkan pengetahuan-pengetahuan agama yang membahas tentang hal ini, yang lalu bisa menjadi referensi tentang hakekat kebahagiaan, hakekat pernikahan dan hakekat tentang keturunan. Pahamilah seluruh pengetahuan itu, sehingga kita bisa memperoleh jawaban atas kecemasan yang dirasakan.

– Perbanyak pengetahuan wawasan tentang alat reproduksi, gizi, hormonal, ciri keturunan dan hal-hal lainnya yang bisa menyebabkan sulit mendapatkan famili. Intinya, apa saja yang terkait secara kesehatan diri. Tentu yang ulung adalah saat diri kita segar secara jasmani dan rohani. Melanda buah hati, jadikan itu suplemen saja.

– Cari informasi tentang wawasan modern, terutama teknologi kedokteran terpaut kesuburan. Tentu semua hal sopan kita coba, maksimalkan dan ikhtiarkan. Dengan tujuan memaksimalkan apa yang bisa dilakukan dan menyerahkan hasilnya di tangan Allah semata.

– Dengan tubuh yang sehat, bergaul serta berkaryalah. Nikmati hidup dengan memaksimalkan semua potensi yang kita punya. Jadikan diri Anda bahagia karena diri Anda saja, tidak bersandar kepada apa-apa yang menempel dalam kita (pasangan, anak, harta barang, tahta). Semuanya hanyalah aksesoris yang bisa menambah kebahagiaan, bukan sumber kebahagiaan.

– Penting untuk tetap damai sebagai suami dan istri pada semua pemahaman dan usaha apa pun dalam upaya mendapat famili. Karena tidak ada yang lebih membahagiakan selain pasangan yang silih mendukung, saling mengerti, saling mengupayakan kebahagiaan pribadi masing-masing dengan tidak membebankan kebahagiaan pribadi kepada yang lainnya. Tetap semangat!

Rekomendasi