7 Mitos Tentang Pegawai Pendiam, Sombong dan Tak Boleh jadi Pemimpin di Kantor?

TABLOIDBINTANG. COM   –  BISAKAH Anda bertahan seharian di kantor tanpa penuh bicara?

Apakah itu berarti Anda seorang pekerja yang kurang efektif, tidak sesuai dengan rekan kerja, atau sungguh tak ada segalanya yang harus diucapkan? Tak juga. Mungkin Anda seorang introvert. Lebih senang & merasa lebih maksimal berfungsi dalam diam. Anda merasa lebih produktif ketika berjalan sendirian, tanpa keributan, namun keberadaan Anda penting serta memberi kontribusi dalam awak.

Ya, mungkin Anda macam pekerja pendiam. Tidak ada yang salah dengan tingkah laku diam, apalagi bila tersebut sifat bawaan Anda. Sayangnya, di dunia kerja tabiat terlalu diam terkadang tidak begitu bisa diterima elok. Kesunyian yang Anda mengejawantahkan di ruang kerja berpotensi memunculkan berbagai asumsi. Berikut ini 7 mitos mengenai pegawai pendiam. Mungkin anggapan-anggapan ini banyak yang tak sesuai fakta, tetapi mampu menjadi pertimbangan untuk Anda yang merasa kelewat pendiam agar belajar lebih elok berkomunikasi di kantor.

Karena kebanyakan orang berpikir, pegawai pendiam itu berarti:

satu. Kemampuan kerjanya minim
Maya Towsend, pembuat firma konsultan Partnering Resources yang berbasis di Boston, AS, mengatakan kebanyakan karakter berpikir seseorang tak penuh bicara di kantor sebab tak punya pengetahuan dengan mumpuni atau kemampuan sebagai profesional andal di kongsi atau organisasi. Namun pada analisisnya, ia menemukan bahan menarik, “Para pimpinan terjaga saat mendapati salah kepala pegawai paling pendiam dalam perusahaannya justru bisa benar dipercaya juga diandalkan teman-temannya. Dia tahu persis pekerjaannya dan ketika dia tidak bergitu sibuk, dia ada ketika dibutuhkan orang, ” urai Townsend.

2. Pemalu
Pendiam kerap diasosiasikan dengan kelakuan pemalu. Kera Greene, penasihat karier di New York, AS, mengatakan, “Orang pendiam tidak berarti pemalu. Kira-kira saja mereka introvert. Introvert berarti mereka cenderung bertambah suka bekerja sendirian. Itu pikir lebih baik berjalan lebih efisien dan menghemat energi. Sementara orang-orang ekstrovert mencapai tujuan yang serupa secara berinteraksi dengan orang asing. ”

3. Tak suka bersosialisasi
Pekerja pendiam sering kala disangka antisosial, temannya hanya sedikit, dan tidak berilmu bergaul. Nyatanya, cara orang bersikap di kantor kadang-kadang tidak merefleksikan sikapnya di kehidupan pribadinya. Mungkin selalu seseorang menjadi pendiam di kantor karena terlalu pokok bekerja dan membangun citra profesional di tempat kerja. Di luar kantor, mungkin saja dia seseorang dengan sangat menyenangkan untuk diajak berteman.

4. Benci rekan kerja
Merasa tidak cocok atau benci dengan seseorang di kantor memang akan meminimalkan bahkan bisa memutus hubungan. Tapi bila sifat pokok seseorang pendiam, bukan berarti dia membenci semua orang di kantor. Orang dengan pendiam cenderung berkomunikasi secara cara berbeda dan mempunyai level kenyamanan berbeda kala melakukan interaksi sosial.

5. Sombong
Karena merasa dirinya lebih baik daripada yang lain, ia tak mau bicara dengan orang lain. Sebab asumsi ini, banyak pasar kerja sengaja menarik muncul dari orang yang pendiam di tempat kerja. Pikir mereka, untuk apa berkarib dengan orang yang besar?

6. Tidak membenarkan diri
Penuh yang menyangka seseorang menjelma pendiam di tempat kegiatan karena merasa tidak tetap dan tidak percaya diri akan kemampuan kerjanya. Padahal barangkali ia merasa, biarkan hasil pekerjaannya saja yang kata. Tak perlu banyak omong, pencapaian, keberhasilan, dan penghargaan yang diraih akan membaca semuanya.

7. Tidak bisa menjadi pemimpin
Bagaimana mau menyelenggarakan jika ia lebih rajin diam? Begitu anggapan karakter. Padahal untuk jadi seorang pemimpin, diperlukan pemikiran sampai, banyak pertimbangan, dan strategi yang semuanya tak kudu dilakukan dengan banyak kata. Asal ia punya muslihat komunikasi yang baik, tetap potensi menjadi pemimpin itu ada.

loading…