3 Hal yang Bikin Pria Ilfil Lalu Menjauh dari Wanita

3 Hal yang Bikin Pria Ilfil Lalu Menjauh dari Wanita

Ketika adam yang tengah dekat dengan Anda mendadak menjauh dan mengatakan tidak siap berkomitmen, sejujurnya Anda tak menjadi pilihannya. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Setiap wanita pastinya pernah mempunyai pengalaman kurang mengenakkan dalam menjalin hubungan. Misalnya, Kamu berkenalan dan merasa terkoneksi dengan seorang pria. Intens bertemu dan terasa adanya percikan asmara diantara kalian. Tetapi, suatu hari, tiba-tiba dia menarik diri. Katanya, dia belum siap berkomitmen. Meninggalkan Anda sendiri dalam kegalauan.

Ini memang sengit. James Bauer, pakar hubungan serta kencan, juga penulis buku What Men Secretlty Want: How To Get Inside The Mind of Man, dari AS, mengatakan, masa pria yang tengah dekat dengan Anda mendadak menjauh dan mengucapkan tidak siap berkomitmen, sejujurnya Kamu tidak menjadi pilihannya. “Pria berceloteh apa adanya. Saat dia sejumlah, tidak siap berkomitmen, artinya tempat memang belum siap berkomitmen atau memang tidak ingin menjalani ikatan lebih serius dengan Anda. Cuma wanita, suka menyangkal kenyataan yang ada, ” kata James. Lalu tetap mengejarnya dan berharap tempat akan berubah pikiran. Sikap itu menurut James, justru akan membina pria lari lebih jauh sedang. Jangan semata-mata menyalahkan si pria. Terkadang, kita suka membuat kesalahan yang membuat pria jadi ilfil dan memilih mundur dari kehidupan kita. Berikut beberapa sikap yang bisa merusak rasa ketertarikan dia pada Anda.

Terlalu Menuntut
Setiap orang senang merasakan dibutuhkan dan diperhatikan. Tetapi bila berlebihan, akan terkesan mengontrol. Lazimnya ini terjadi, karena ada menikmati tidak aman, kurangnya rasa
percaya diri pada diri perempuan. “Sehari tak bertemu saja, Kamu mengirimkannya pesan berulang-ulang menanyakan, ‘kamu di mana? ’ Saat belum terbalas juga, Anda menuliskan pesan lain, ‘Helo? Lagi mengobrol setara yang lain, lebih asyik, ya? ’

Selain itu, biasanya Anda terlalu berpegang padanya. Terlalu membutuhkannya, sehingga seolah tak ada hal lain dengan Anda lakukan, selain ingin bersamanya, ingin mendengarnya, ingin tahu tentangnya, ingin diperhatikan olehnya 24 jam kalau bisa, ” terang Julia Nowland, terapis pasangan, dan pemilik web seputar konsultasi hubungan, Whole Heart Relationships. Sikap seperti ini biasanya dilatari pengalaman masa lulus yang kurang baik, mungkin pernah mengalami penolakan sebelumnya, atau sudah dikhianati. Hati-hati, sikap seperti itu bisa membuat pria jengah.

Terlalu Independen hingga Terkesan “Bossy”
Menjadi wanita yang independen baik secara materi, budi, maupun mental adalah hal dengan baik. Namun bukan berarti Anda menjadi bos atau dominan, terlebih dalam konteks
hubungan antara pria dan wanita. “Bisa melakukan segala hal, berpikir dan memutuskan seluruh sesuatunya sendiri, bukan berarti tidak bisa menerima ide atau petunjuk si dia. Bukan berarti juga, Kamu tahu segalanya. Dan mentang-mentang Anda punya penghasilan banyak, bukan bermanfaat Anda bisa memperlakukannya seenaknya, semacam Anda menyewa orang. Perlahan-perlahan aksi seperti ini bisa memadamkan rasa ketertarikannya pada Anda, ” membuka James. Pria punya ego yang harus dijaga juga.

Selalu Mau Menilai dan Mengubah Dia
Pada dasarnya, hubungan merupakan tentang saling melengkapi satu sama lain. Bagaimana yang satu mampu mengimbangi lainnya. “Bagaimana Anda menyambut seseorang
dalam hidup Kamu dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Memang pada prakteknya, tidak semudah mengucapkan, ‘saya menyukai dia apa adanya’, ” ungkap Nick Bastion pakar hubungan dan percintaan mengikuti penulis buku Soulmate Switch, 6 Keys to Make a Man Loves You, dari AS. Dibutuhkan ketulusan dan pengertian.

Sayangnya, beberapa perempuan memang suka menilai pasangannya secara berlebihan, seharusnya si dia sejenis ini dan segala ekspektasi lainnya. Had Anda ingin dia berubah dalam banyak hal. Perlu digaris bawahi, ada hal-hal yang bisa diubah, seperti misalnya kehidupan perekonomian, namun ada hal yang memang tidak bisa diubah. Seperti karakter, misalnya. “Lama-lama pria akan merasa tertahan, kesal dengan hal ini. Tempat mengencani Anda untuk bersenang-senang, merasakan kebahagiaan. Bukan untuk menjalani terapi, ” pungkas Nick. Membuatnya menjelma lebih baik boleh saja, selama dalam batas-batas yang wajar.

Rekomendasi